Sabtu, 21 September 2013



MINAT MAHASISWA PUTRI PKO DALAM MENGIKUTI UKM FUTSAL DI UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA


PROPOSAL 


Siti Miftakhul Jannah
NIM 105900119





UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA
2013

MINAT MAHASISWA PUTRI PKO DALAM MENGIKUTI UKM FUTSAL DI UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA




PROPOSAL



Siti Miftakhul Jannah
NIM 105900119






UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA
2013



HALAMAN PERSETUJUAN
  

Proposal oleh               : Siti Miftakhul Jannah
                                      NIM 105900119
Judul Proposal             : Minat Mahasiswa Putri PKO Dalam Mengikuti UKM Futsal Di    Universitas PGRI Adi Buana Surabaya telah diperiksa dan disetujui untuk diuji.

                                                                                                                       
       Mengetahui :                                                         Surabaya, 26 Juli 2013
       Kaprodi PKO                                                            Pembimbing ,


Drs. Ujang Rohman M.Kes                                         Drs. Ujang Rohman M.Kes  











KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, yang telah memberi rahmat serta hidayah kepada penulis, sehinggadapat menyelesaikan penyusunan proposal dengan judul “Minat Mahasiswa Putri PKO dalam Mengikuti UKM Futsal di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya”
Penulis menyadari bahwa keberhasilan dalam menyusun proposal ini tidak terlepas  dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat:
1.    Drs. H. Sutijono MM selaku Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
2.    Dra. Hj. Dwi Retnani S. M.Si selaku Dekan FKIP Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
3.    BapakDrs. Ujang Rohman M.Kes selaku Ketua Prodi PKO Universitas PGRI Adi Buana Surabaya sekaligus sebagai dosen pembimbing yang telah berusaha mengajari saya untuk menulis proposal ini dengan baik.
4.    Bapak/Ibu Dosen Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
5.    Kedua orangtua, saudara saya yang senantiasa memberikan kasih sayangnya, motivasi, semangat yang tiada henti-hentinya kepada peneliti, serta do’a yang selalu menyertai peneliti sampai penelitian ini selesai
6.    Rekan Mahasiswa Putri Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
Dalam penyusunan  proposal ini penulis menyadari bahwa dalam penulisan ini tidak terlepas dari kekurangan, hal itu di karenakan kemampuan, dan waktu yang tersedia yang di miliki oleh penulis. Oleh karena itu penulis mengharapkan segala kritik dan saran agar tugas akhir ini lebik baik dan sempurna, dan dapat menjadi referensi serta pertimbangan bagi peneliti yang akan datang.

Surabaya, 2 Agustus  2013
                                                                                                        Peneliti







DAFTAR ISI


Halaman Judul ......................................................................................................     i
Halaman Persetujuan. ...........................................................................................     ii
Kata Pengantar .....................................................................................................     iii
Daftar Isi .............................................................................................................     .             v
A.       Judul ...........................................................................................................      1
B.       Latar Belakang Masalah ..............................................................................     1
C.       Ruang Lingkup dan Pembatasan Masalah ...................................................    4
D.       Rumusan Masalah ........................................................................................    5
E.        Variabel daan Definisi Variabel ...................................................................    5
F.    Tujuan Penelitian .........................................................................................     7
G.   Manfaat Penelitian .......................................................................................    8
H.   Landasan Teori ............................................................................................     8
1.    Kajian Pustaka ......................................................................................     8
2.    Kerangka Konseptual ...........................................................................     24
3.    Hipotesis ...............................................................................................     24
I.     Metode Penelitian ........................................................................................    25
1.    Rancangan Penelitian ...........................................................................     26
2.    Populasi dan Sampel ............................................................................     27
3.    Teknik Pengumpulan Data ...................................................................     28
4.    Instrumen Pengumpulan Data ..............................................................     29
5.    Prosedur Pengumpulan Data ................................................................     31
6.    Teknik Analisis Data ............................................................................     31
J.     Jadwal Penelitian .........................................................................................     33
K.   Daftar Pustaka .............................................................................................     34
L.    Lampiran ........................................................................................................  35


A.      Judul
Minat mahasiswa putri PKO dalam mengikuti UKM futsal di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

B.      Latar Belakang Masalah
                   Universitas PGRI Adi Buana Surabaya merupakan universitas yang melaksanakan kebijakan kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga dan ditanggapi positif oleh mahasiswa terbukti dengan banyaknya mahasiswa yang berminat mengikuti kegiatan UKM tersebut dari semua mahasiswa program studi (prodi) terutama pada prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) yang paling banyak mengikuti UKM olahraga. Dan salah satunya adalah olahraga futsal, tidak hanya untuk mahasiswa putra, untuk mahasiswa putri pun bisa ditampung bakatnya di UKM futsal ini.
Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim,yang masing - masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Menurut Federation International de Football Association(FIFA), asal mula futsal mulai pada tahun 1930 di Montevideo, Uruguay. Pertama futsal diperkenalkan oleh Juan Carlos Ceriani, seorang pelatih sepakbola asal Argentina. Hujan yang sering mengguyur Montevideo membuatnya kesal, karena rencana yang disusun jadi berantakan karena lapangan yang tergenang air. Ceriani memindahkan latihan ke dalam ruangan. Pertama tetap menggunakan jumlah pemain 11 orang, namun karena lapangan yang sempit. Akhirnya Ceriani memutuskan untuk mengurangi jumlah pemain menjadi 5 orang tiaptim, termasuk penjaga gawang. Ternyata latihan didalam ruangan itu sangatlah efektif dan atraktif. Sehingga mampu menarik minat banyak masyarakat Montevideo. Lalu banyak penggemar bola di kota itu yang mencoba permainan baru ini, dan jadilah futsal olahraga yang digandrungi masyarakat luas. Futsal kini menjadi olahraga yang banyak digemari berbagai kalangan, dari anak kecil, remaja, maupun orang dewasa. Meskipun tergolong baru, perkembangan olahraga ini cukup pesat. Futsal dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang, terlebih lagi pada hari libur.
Menurut Hurlock (1990:118-119) bahwa minat tumbuh dari tiga jenis pengalaman belajar, yaitu : Pertama, belajar bermain coba-ralat. Apabila hal ini diterapkan dalam kegiatan olahraga, seperti futsal , maka bimbingan dan arahan dapat mengembangkan minat terhadap UKM futsal tersebut ; Kedua, belajar melalui identifikasi dengan orang yang dicintai dan dikagumi; dan ketiga, minat mungkin berkembang melalui bimbingan dan pengarahan seseorang yang mahir menilai kemampuan seseorang. Metode belajar seperti ini dimungkinkan akan lebih menumbuhkan minat pada anak tersebut dari pada cara belajar coba-ralat dan identifikasi. Namun demikian model untuk menumbuhkan minat pada anak dapat dilakukan dengan berbagai macam cara dengan selalu melihat perspektif kemampuan talentanya.
Pendidikan dan pengembangan olahraga merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas manusia yang ditujukan pada peningkatan jasmani dan rohani seluruh masyarakat, pemupukan watak, disiplin dan sportivitas serta pengembangan dari prestasi olahraga yang dapat membangkitkan rasa kebanggaan nasional. Dari berbagai usaha pemerintah untuk mengadakan kegiatan olahraga pada masyarakat sudah dapat dilihat dari berbagai hasil. Sehubungan dengan itu upaya untuk mengolahragakan masyarakat serta menciptakan iklim yang lebih mendorong pada masyarakat untuk berpartisipasi serta tanggung jawab dalam membina dan mengembangkan olahraga diharapkan mampu berprestasi secara aktif.
Pada masa pembangunan sekarang ini di Negara kita olahraga merupakan bagian dari usaha pembangunan kita yaitu untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya, karena itu pembinaan olahraga di Indonesia harus mampu memberikan sumbangan yang efektif bagi pertumbuhan nilai-nilai pokok manusia, karena olahraga tidak terbatas hanya pada pertumbuhan manusia seutuhnya.
Dalam kegiatan olahraga prestasi adalah merupakan salah satu faktor utama yang memegang peranan penting yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia sehari-hari.Olahraga prestasi merupakan faktor yang memegang peranan penting. Setiap prestasi yang menonjol dan berhasil akan membawa keharuman pribadi dan derajat bangsa Indonesia di dunia keolahragaan, sebab atlit yang baik berarti menunjukan kepribadian yang baik pula. Keberhasilan seorang olahragawan yang berprestasi tinggi akan menimbulkan rasa bangga tersendiri dan  semangat kebangsaan serta jiwa persatuan dan kesatuan yang kokoh sehingga bangkitlah kekuatan-kekuatan pada dirinya untuk ikut serta mengembangkan kegiatan olahraga futsal di tanah air yang tercinta ini.

C.      Ruang Lingkup dan Pembatasan Masalah Penelitian
Dalam penelitian ini akan di jelaskan arah penelitian, sehingga tidak terjadi salah penafsiran. Untuk memperjelas arah penelitian, maka ruang lingkup dan pembatasan masalah yaitu :
Pada penelitian ini peneliti hanya membahas tentang minat mahasiswa putri PKO dalam mengikuti UKM futsal di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, yang masih terbilang olahraga baru di Indonesia tetapi sudah berkembang secara pesat tetapi sebagian besar diminati oleh laki – laki, sehingga peneliti ingin meneliti seberapa besar minat mahasiswa putri PKO dalam mengikuti UKM futsal tersebut di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya sehingga pada akhirnya diketahui akan diketahui seberapa minat mahasiswa putri PKO mengikuti UKM futsal di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, jadi pada dasarnya hanya membahas masalah minat mahasiswa putri PKO mengikuti UKM futsal tersebut dan tidak membahas gerak dasar futsal tetapi menekankan pada seberapa jauh minat mahasiswa putri PKO dalam mengikuti UKM futsal di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya tersebut.

D.      Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah maka yang dijadikan masalah penelitian ini dirumuskan :
Adakahminat mahasiswa putri PKO dalam mengikuti UKM futsal?

E.      Variabel Dan Definisi Operasional Variabel
1. Variabel
Variabel adalah sesuatu yang akan menjadi pengamatan penelitian. Menurut Sutrisno Hadi (1992:45) “variabel sebagai gejala yang bervariasi. Gejala adalah obyek penelitian sehingga variabel adalah obyek penelitian yang bervariasi”.
Sedangkan  menurut Suharsimi Arikunto (1998:99) “Variabel adalah obyek penelitian  atau  apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian”.
Sedangkan variabel yang ada pada penelitian ini dibedakan menjadi dua yakni :         
Variabel Independen : variable ini sering disebut sebagai variabel stimilus, prediktor, antecedent. Dalam bahasa indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebasnya adalah minat mahasiswa putri PKO (X)
Variabel Dependen : sering disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel tak bebas (terikat) atau (dependent variable) adalah mengikuti UKM futsal (Y).
2.Definisi Operasional Variabel
Seorang peneliti perlu memberikan batas-batas pengertian mendefinisikan tentang konsep penelitiannya secara operasional. Hal ini karena hasil penelitiannya nanti akan digeneralisasikan sampai dengan batas-batas tertentu. Untuk maksud regeneralisasi tersebut perlu dipertimbangkan ciri-ciri yang terdapat di dalam kehidupan sosial (masyarakat) yang membatasi.
Adapun definisi operasional variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
          2.1. Minat
             Menurut Slameto ( 2002: 180), minat adalah suatu rasa lebih suka danrasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.Menurut Singgih D. Gunarsa (2004 : 131), mengatakan bahwamunculnyaminat yaitu dalam bentuk perhatian dan keinginan.
          2.2. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
               UKM adalah wadah aktivitas kemahasiswaan untuk mengembangkan minat, bakat dan keahlian tertentu bagi para anggota-anggotanya. Lembaga ini merupakan partner organisasi kemahasiswaan intra kampus lainnya seperti senat mahasiswa dan badan eksekutif mahasiswa, baik yang berada di tingkat program studi, jurusan, maupun universitas. Lembaga ini bersifat otonom, dan bukan merupakan sob-ordinat dari badan eksekutif maupun senat mahasiswa.
2.3. Futsal
Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing - masing beranggotakan lima orang pemain utama dan maksimal 7 orang pemain cadangan. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengankaki. Futsal sendiri telah diciptakan sejak tahun 1930 oleh Juan Carlos Ceriani di Uruguay. Hingga saat ini olahraga futsal berkembang sangat pesat bahkan telah menjadi bagian dari FIFA (Federation International de Football Association) sejak tahun 1989.

F.      Tujuan Penelitian
                   Untuk mengetahui seberapa minat mahasiswa putri PKO dalam mengikuti UKM futsal di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Sehingga dalam akhir penelitian dapat menyimpulkan bahwa UKM futsal di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya mendapat hasil berupa data yang menunjukkan seberapa minat mahasiswa putri PKO dalam mengikuti UKM futsal tersebut.

G.     Manfaat Penelitian
1.             Bagi penulis penelitian ini akan dapat membantu untuk mengetahui minat mahasiswa putri PKO dalam mengikuti UKM futsal di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
2.             Sebagai masukan pengembangan ilmu keolahragaan sesuai dengan hasil penelitian.
3.             Bagi pelatih futsal akan dapat merubah dan memperbaiki kinerja dalam UKM futsal khususnya di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.

H.      Landasan Teori
          1.       Kajian Pustaka
a.       Pengertian Minat
          Minat adalah kecenderungan dalam diri individu untuk tertatik pada sesuatu objek atau menyenangi sesuatu objek ( Sumadi Suryabrata, 1988 : 109 ). Menurut Crow and Crow minat adalahpendorong yang menyebabkan seseorang memberi perhatian terhadap orang, sesuatu, dan aktivitas - aktivitas tertentu.
          Menurut Slameto ( 2002: 180), minat adalah suatu rasa lebih suka danrasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Menurut Singgih D. Gunarsa (2004 : 131), mengatakan bahwa munculnya minat yaitu dalam bentuk perhatian dan keinginan. Sedangkan menurut Bimo Walgito(1982: 38), minat diartikan sebagai perhatian, keinginan, rasa suka dan rasa tertarik pada suatu objek walaupun tidak ada yang menyuruh. Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa minat adalah perasaan seseorang yang dapat mendorongnya untuk melakukan sesuatuyang diawali dengan memperhatikan suatau obyek, kemudian mempunyai rasa tertarik kepada obyek dan keinginan untuk terlibat langsung dalam aktifitas tersebut.
          Minat yang ada dalam diri seseorang merupakan salah satu factor untuk memecahkan suatu masalah, yaitu sikap yang membuat orang menjadi senang akan suatu obyek, sedangkan factor - faktor yang penting yang dapat menyebabkan timbulnya minat tersebut adalah perhatian, rasa tertarik, rasa senang, keinginan untuk terlibat langsung dalam aktivitas dan faktor lain yang mempengaruhi timbulnya minat.
Karateristik minat menurut Bimo Walgito :
1.             Menimbulkan sikap positif terhadap sesuatu objek.
2.             Adanya sesuatu yang menyenangkan yang timbul dari sesuatu objek itu.
3.             Mengandung suatu pengharapan yang menimbulkan keinginan atau gairah untuk mendapatkan sesuatu yang menjadi minatnya (1977;4)
          Menurut pendapat diatas yang perlu diperhatikan adalah aspek terakhir yaitu unsur pengharapan menimbulkan keinginan untuk mendapatkan sesuatu yang menjadi minatnya. Ahli lain mengatakan bahwa minat sebagai sesuatu hasil pengalaman yang tumbuh pada dan dianggap bernilai oleh individu adalah kekuatan yang mendorong seseorang itu untuk berbuat sesuatu ( Winarno Surachmad, 1980 : 90 ). Jadi pengalaman yang dianggap bernilai merupakan faktor yang turut membuat minat pada diri individu. Pengalaman memberikan motivasi serta kekuatan pada diri individu untuk melakukan sesuatu. Menurut H.C. Witherington yang dikutip Suharsini Arikunto, minat adalah kesadaran seseorang terhadap suatu objek, suatu masalah atau situasi yang mengandung kaitan dengan dirinya.” (1983 : 100 ). Batasan ini lebih memperjelas pengertian minat tersebut dalam kaitannya dengan perhatian seseorang.Perhatian adalah pemilihan suatu perangsang dari sekian banyak perangsang yang dapat menimpa mekanisme penerimaan seseorang. Orang, masalah atau situasi tertentu adalah perangsang yang datang pada mekanisme penerima seseorang , karena pada suatu waktu tertentu hanya satu perangsang yang dapat disadari. Maka dari sekian banyak perangsang tersebut harus dipilih salah satu. Perangsang ini dipilih karena disadari bahwa ia mempunyai sangkut paut dengan seseorang itu. Kesadaran yang menyebabkan timbulnya perhatian itulah yang disebut minat. Berdasarkan pengertian dimuka maka unsur minat adalah perhatian, rasa senang, harapan dan pengalaman.
b.      Pentingnya Minat
          Menurut Slameto (2010: 57), minat sangat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa maka siswa tidak akan belajar dengan sebaik - baiknya, karena tidak ada daya tarik tersendiri baginya. Sehingga siswa enggan untuk belajar, salah satunya dikarenakan siswa tidak memperoleh kepuasan dari pelajaran itu kemudian menjadi bosan terhadap pelajaran tersebut. Bahan pelajaran yang menarik minat siswa, lebih mudah dipelajari dan disimpan karena minat mampu menambah kegiatan belajar yang aktif. Anak yang berminat terhadap sebuah kegiatan, baik permainan maupun pekerjaan, akan berusaha lebih keras untuk belajar dibandingkan dengan anak yang kurang berminat.
          Disamping itu, minat juga dapat mempengaruhi intensitas dan bentuk inspirasi anak. Ketika anak mulai berfikir mengenai pekerjaan mereka dimasa yang akan datang misalnya, mereka akan menentukan apa yang ingin mereka saat dewasa nanti. Semakin yakin mereka mengenai pekerjaan yang diidamkan maka semakin besar minat mereka terhadap kegiatan tersebut.
          Selain itu minat juga bisa menambah kegembiraan yang ditekuni setiap orang. Bila anak–anak berminat pada suatu kegiatan, pengalaman mereka akan sangat jauh menyenangkan, namun jika anak tidak memperoleh kesenangan maka mereka hanya akan berusaha semampunya saja. Minat merupakan masalah yang penting dalam pendidikan, apa lagi dikaitkan dengan aktivitas seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Minat yang ada pada diri seseorang akan memberikan gambaran dalam aktivitas untuk mencapai tujuan. Di dalam belajar banyak siswa yang kurang berminat dan yang berminat terhadap pelajaran termasuk didalamnya adalah aktivitas praktek maupun teori untuk mencapai suatu tujuannya.
          Dengan diketahuinya minat seseorang akan dapat menentukan aktivitas apa saja yang dipilihnya dan akan melakukannya dengan senang hati. Dengan demikian minat menjadi pangkal permulaan dalam setiap aktivitas dan semua kegiatan.

c.       Macam-Macam Minat
          Minat menurut Safran dalam Dewa Ketut Sunardi (1993:117), mengatakan bahwa minat dibedakan menjadi:
a. Minat yang diekspresikan
          Seseorang dapat menentukan minat atau pilihanya dengan kata-kata tertentu, misalnya : seseorangan mengatakan bahwa dirinya tertarik untuk mengumpulkan uang logam, perangko dll.
b. Minat yang diwujudkan.
          Seseorang dapat mengungkapkan minat bukan hanya melalui katakata, melainkan dengan perbuatan dan tindakan. Misal: kegiatan olahraga, pramuka dan sebagainya yang mampu menarik perhatian.
c. Minat yang dapat diinventarisasikan.
          Seseorang menilai minatnya agar dapat mengukur dan menjawab terhadap pertanyaan tertentu atau urutan pilihanya terhadap aktivitas tertentu.
          Menurut M. Buchori (1991 : 136) minat dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
a. Minat Primitif
          Minat primitif disebut minat yang bersifat biologis, seperti kebutuhan makan, minum, bebas bergaul dan sebagainya. Jadi pada jenis minat ini meliputi kesadaran tentang kebutuhan yang langsung dapat memuaskan dorongan untuk mempertahankan organisme.
b. Minat Kultural
          Minat kultural dapat disebut juga minat sosial yang berasal atau diperoleh dari proses belajar. Jadi minat kultural disini lebih tinggi nilainya dari pada minat primitif.     
          Sedangakan menurut Pasaribu dan Simanjutak (1979:26) mengatakan bahwa minat dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
a. Minat aktual.
          Adalah minat yang berlaku pada obyek yang ada pada suatu saat dan ruangan yang kongkrit. Minat aktual ini disebut perhatian yang merupakan dasar dari proses belajar.
b. Minat disposisional.
          Yaitu minat yang mengarah pada pembawaan (disposisi) dan menjadi ciri hidup seseorang. Minat bukanlah sesuatu yang tumbuh sejak lahir telah tertutup dan bukanlah merupakan keseluruhan yang tidak dapat berubah.
d.      Cara Menentukan Minat Seseorang, Yaitu
          Minat yang diekspresikan (Expresed interest) adalah seseorang dapat mengungkapkan minat atau pilihannya dengan kata tertentu. Misalnya : seseorang mengatakan bahwa dia tertarik pada olahraga sepakbola.
          Minat yang diwujudkan (Manifest interest) adalah seseorang dapat mengekspresikan minat bukan melalui kata – kata tetapi melalui tindakan atau perbuatan, ikut serta berperan aktif dalam suatu aktivitas tertentu. Misalnya : seseorang dapat ikut serta dalam suatu organisasi klub futsal atau ikut klub futsal.
          Minat yang diinventarisasikan (Inventoried interest) adalah seseorang menilai minatnya dapat diukur dengan menjawab terhadap sejumlah pertanyaan tertentu atau urutan pilihannya untuk kelompok aktivitas tertentu (Dewa Ketut Sukardi, 1994 : 64). Jika seseorang menaruh minat terhadap sesuatu, minatnya tersebut menjadi motif yang kuat baginya untuk berhubungan secara lebih aktif dengan sesuatu yang diminatinya. Dalam hal ini jika seseorang berminat untuk menekuni bidang olahraga, dia akan selalu mempelajari dan berlatih pada bidang olahraga tersebut. Salah satu untuk memperkuat minatnya adalah jika olahraga tersebut menjadi alat baginya untuk mencapai tujuan.moleh karena itu masalah tujuan sangat penting dalam memahami tingkah laku seseorang dalam minat terhadap suatu olahraga. Dengan mengetahui tujuan, seseorang akan dapat mengarahkan minatnya dengan sebaik – baiknya, selain karena tujuan tertentu.
          Minat berolahraga dapat muncul karena bertambah luasnya linngkungan seseorang dan semakin banyaknya dia berhubungan dengan orang – orang di luar di luar lingkungannya untuk menambah wawasan dari minat tersebut. Dalam pengembangan minat, hubungan antara pribadi jauh lebih penting dari pada proses latihan yang khusus. Misalnya seseorang tidak menyukai pelatihnya cenderung ia tidak semaksimal mungkin terhadap olahraga bahkan tidak suka terhadap orang tersebut. Dengan demikian terlihat bahwa “suka” atau “tidak suka” memainkan peranan penting dalam perkembangan minat. Walaupun setiap orang mengembangkan minat olahraga tertentu yang sifatnya individual, namun setiap orang dalam suatu lingkungan tertentu akan mengembangkan minat – minat yang hampir umum dijumpai orang – orang dari lingkingan tersebut.
e.       Unsur-Unsur Minat
          Menurut Husni Thamrin dan Sri Mawarti(1997: 5) unsur-unsur yang terdapat dalam minat adalah perhatian, ketertariakan atau keinginan, kemauan dan perbuatan yang didefinisaikan sebagai berikut:
a. Perhatian
          Perhatian adalah peningkatan keaktifan peningkatan kesadaran seluruh fungsi jiwa yang dikerahkan dalam pemusatanya kepada sesuatu baik yang ada di dalam maupun yang diluar diri kita. Menurut Sugihartono dkk ( 2008 : 79 ) perhatian dapat muncul karena didorong oleh rasa ingin tahu. Menurut Albert Bandura dalam Sugihartono dkk (2008:101),perhatian mencakup peristiwa peniruan (adanya kejelasan, keterlibatan perasaan, tingkat kerumitan, kelaziman, nilai fungsi) dan karakteristik pengamat (kemampuan indera, persepsi, penguatan
sebelumnya). Sedangkan menurut Slameto (2002 : 105 ) perhatian adalah kegiatan yang dilakukan seseorang dalam hubunganya dengan pemilihan rangsangan yang datang dari lingkunganya. Jadi dapat diketahui apabila semakin banyak kesadaran yang terlibat dalam aktivitas makin tinggi pemusatan perhatianya dan mampu mengontrol kestabilan emosionalnya sehingga akan lebih mudah dan tepat dalammelakukan aktivitasnya.
b. Tertarik
          Tertarik Mengandung pengertian merasa senang, terpikat, menaruh minat. Tertarik merupakan awalan dari individu yang menaruh minat terhadap suatu obyek. Perasaan senang terhadap sesuatu obyek baik orang atau benda akan menimbulkan minat pada diri seseorang, orang merasa tertarik kemudian pada gilirannya timbul keinginan yang dikehendaki agar obyek tersebut
menjadi miliknya. Dengan demikian maka individu yang bersangkutan berusaha untuk mempertahankan obyek tersebut.
c. Kemauan
          Sedangkan menurut Ainy dalam http:/ Kompas.female.com(2012) kemauan adalah sebuah kesungguhan hati untuk melakukan sesuatu melalui tindakan nyata dengan penuh tanggung jawab dan konsisten. Kemauan yang dimaksud adalah dorongan yang terarah pada tujuan yang dikehendaki oleh akal pikiran. Dorongan ini akan melahirkan timbulnya suatu perhatian terhadap suatu obyek. Sehingga dengan demikian akan memunculkan minat individu yang bersangkutan.
d. Perbuatan
          Perbuatan adalah sesuatu yang diperbuat atau dilakukan. Dimaksudkan setelah seseorang tertarik kepada suatu obyek atau aktivitas akan mempunyai hasrat untuk melakukanya secara langsung. Dapat dijelaskan kembali mengenai perbuatan adalah suatu tanggapan atau reaksi seseorang terhadap rangsangan atau lingkungan.
f.       Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Timbulnya Minat

          Minat pada hakekatnya merupakan sebab akibat dari pada pengalaman, minat berkembang sebagai hasil dari pada sesuatu kegiatan dan akan menjadi sebab yang akan dipakai lagi dalam kegiatan yang sama L D Crow and Alice Crow (dalam Tri Wahyudi, 2002 : 10-11). Faktor – faktor tersebut adalah sebagai berikut :
The Factor Inner Urge : Rangsangan yang datang dari lingkungan atau ruang lingkup yang sesuai dengan keinginan atau datang dari lingkungan atau ruang lingkup yang sesuai dengan keinginan atau kebutuhan seseorang akan mudah menimbulkan minat  misal, cenderung terhadap belajar, dalam hal ini seseorang mempunyai hasrat ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan.
The Factor of Social Motive : Minat seseorang terhadap obyek atau sesuatu hal, disamping hal dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri manusia juga dipengaruhi oleh motif sosial, misal seseorang berminat pada prestasi tinggi agar dapat status sosial yang tinggi pula.
Emosional Factor : Faktor perasaan dan emosi ini mempunyai pengaruh terhadap obyek misal perjalanan sukses yang dipakai individu dalam suatu kegiatan tertentu dapat membangkitkan perasaan senang dan dapat menambah semangat atau kuatnya minat dalam kegiatan tersebut. Sebaliknya kegagalan yang dialami akan menyebabkan minat seseorang berkembang.
          Jadi berdasarkanpendapat diatas faktor yang menimbulkan minat ada tiga yaitu dorongan dari diri individu, dorongan sosial dan motif dan dorongan emosional. Timbulnya minat pada diri individu berasal dari individu, selanjutnya individu mengadakan interaksi dengan lingkungannya yang menimbulkan dorongan sosial dan dorongan emosional.
          Sedangkan menurut Totok Santoso (dalam Tri Wahyudi, 2002 : 18) faktor yang mempengaruhi tumbuh kembangnya minat adalah sebagai berikut :
1.      Motivasi dan cita – cita
2.      Sikap terhadap suatu objek
3.      Keluarga
4.      Fasilitas
5.      Teman pergaulan
Berdasarkan uraian diatas maka faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa dalam mengikuti UKM adalah sebagai berikut :
1.      Faktor Intrinsik
          Minat intrinsik adalah minat yang berasal dari dalam diri seseorang. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi atau mendorong mahasiswa dalam mengikuti UKM adalah sebagai berikut :
a.       Minat untuk  berprestasi
b.      Minat untuk mengisi waktu luang
2.      Faktor Ekstrinsik
          Faktor ekstrinsik yaitu faktor pendorong yang muncul dari luar individu. Faktor – faktor tersebut antara lain :
a.       Pelaksanaan kegiatan
b.      Media
c.       Penghargaan
          Minat juga dapat dikategorikan dengan beberapa macam seperti yang dapat dikategorikan sebagai berikut :
a.       Minat remaja
          Dorongan – dorongan yang ada pada diri remaja, menggambarkan perlunya perlakuan yang luas, sehingga ciri – ciri dan minat remaja tergambar lebih terperinci dan faktual, sesuai dengan usia dan kedewasaan mereka. Dengan demikian ciri – ciri dan minat remaja akan menjadi pedoman penyelenggaraan program pendidikan jasmani dan yang arahnya dapat dikategorikan kedalam domain hasil belajar, yaitu psikomotor, afektif, kognitif dan domain yang lain. Dengan digunakannya sebagai pedoman, maka pedoman dan pengembangan program akan sesuai dengan ketepatan masa belajar, urutan, kecepatan dan ragam kekuatan.
          Kemudian muncul dalam pikiran kita, bahwa remaja pada umumnya memiliki ragam yang luas tentang kedewasaan jasmani dan kecerdasan rohani, yang perlu juga untuk diperhatikan.
          Dalam hal ini dianjurkan untuk tidak menggunakan pendekatan yang telah terbiasa, yaitu pilihan kegiatan berdasarkan anjuran dosen atau pembina UKM. Pendekatan yang demikian akan berdampak keterbatasan pandangan mahasiswa atau kegiatan yang sekedar memenuhi kegiatan kebutuhan dosen atau pembina UKM, bukan kebutuhan mahasiswa. Dalam masa remaja minat senantiasa berkembang, hal itu bersifat pemilihan dan mempunyai arah serta tujuan.
b.      Minat pribadi dan sosial
          Minat pribadi dan sosial merupakan kelompok minat yang paling kuat dimiliki oleh remaja awal. Minat pribadi timbul karena remaja menyadari bahwa penerimaan sosial sangat dipengaruhi oleh keseluruhan yang ditampakkan oleh remaja itu oleh sekitarnya. Penyebab lain karena adanya kesadaran remaja bahwa lingkungan sosial menilai dirinya dengan melihat miliknya, sekolahnya, kenangannya, benda – benda lain yang dimilikinya, teman – teman sepergaulannya. Apa – apa yang dimilikinya itu dapat mengangkat dan merosotkan pandangan teman – teman sebaya terhadap dirinya (Andi Mappiare, 1982:62).
          Menurut Elisabeth B Hurlock (2002 : 210-220), minat pribadi meliputi minat pada penampilan, minat pada pakaian, minat pada prestasi, minat pada kemandirian, dan minat pada orang.
c.       Minat terhadap rekreasi
          Minat terhadap rekreasi pada umunya sangat kuat untuk remaja. Namun dari beberapa remaja disebabkan karena keterbatasan waktu, tugas rumah, dan keterbatasan yang lainnya menjadikan remaja itu lebih selektif dalam memilih apa yang disenangi dan merupakan hobi. Banyaknya rekreasi yang dimiliki remaja juga sangat mempengaruhi oleh derajat kepopulerannya (Elisabeth B Hurlock, 2002:218). Antara dua jenis kelamin terdapat perbedaan yang mencolok dalam memilih kegiatan rekreasi, biasanya kegiatan yang membutuhkan energi fisik seperti sepakbola, basket lebih disenangi oleh remaja pria. Baik pria maupun wanita olahraga lebih merupakan kegiatan rekreasi dibanding menganggapnya sebagai kegiatan olahraga. Apa – apa yang dilihat dan didengar oleh remaja dalam cerita – cerita, selalu dihubungkan dengan dirinya.

d.      Minat terhadap agama
          Minat terhadap agama juga dialami dengan memulainya memikirkan secara serius soal – soal agama. Mereka membandingkan antara apa yang ideal dan yang tampak nyata, sehingga apa yang dahulu dipercayainya sebagai hal yang benar, pada remaja awal mulai diragukan. Para remaja awal sering lagi mempertanyakan tentang kebenaran, dosa dan neraka, pahala dan surga, mereka meragukan doa (Andi Mappiere, 1982:64). Akibatnya minat terhadap agama dapat melemah dan praktek keagamaannya sering ditinggalkan.
g.       UKM
          UKM adalah wadah aktivitas kemahasiswaan untuk mengembangkan minat, bakat dan keahlian tertentu bagi para anggota-anggotanya. Lembaga ini merupakan partner organisasi kemahasiswaan intra kampus lainnya seperti senat mahasiswa dan badan eksekutif mahasiswa, baik yang berada di tingkat program studi, jurusan, maupun universitas.
Unit kegiatan mahasiswa terdiri dari tiga kelompok minat:
·       Unit kegiatan olahraga,
·       Unit kegiatan kesenian. Contoh : UKM Band, UKM Tari, UKM Drama, UKM Seni dan Budaya.
·       Unit kegiatan khusus (pramuka, resimen mahasiswa, pers mahasiswa, Koperasi Mahasiswa, unit kerohanian, dan sebagainya).
          UKM futsal termasuk dalam unit kegiatan olahraga dimana UKM futsal ini yang paling banyak diminati oleh seluruh mahasiswa disemua jurusan terutama untuk mahasiswa putra di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
h.      Futsal
Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim,yang masing - masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki.Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Menurut Federation International de Football Association (FIFA), asal mula futsal mulai pada tahun 1930 diMontevideo, Uruguay. Pertama futsal diperkenalkan oleh Juan Carlos Ceriani, seorang pelatih sepakbola asal Argentina. Hujan yang sering mengguyur Montevideo membuatnya kesal, karena rencana yang disusun jadi berantakan karena lapangan yang tergenang air. Ceriani memindahkan latihan ke dalam ruangan. Pertama tetap menggunakan jumlah pemain 11 orang, namun karena lapangan yang sempit.
Ceriani memutuskan untuk mengurangi jumlah pemain menjadi 5 orang tiap tim, termasuk penjaga gawang. Ternyata latihan didalam ruangan itu sangatlah efektif dan atraktif. Sehingga mampu menarik minat banyak masyarakat Montevideo. Lalu banyak penggemar bola di kota itu yang mencoba permainan baru ini, dan jadilah Futsal olahraga yang digandrungi masyarakat luas.Futsal kini menjadi olahraga yang banyak digemari berbagai kalangan, dari anak kecil, remaja, maupun orang dewasa. Meskipun tergolong baru, perkembangan olahraga ini cukup pesat.Futsal dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang, terlebih lagi pada hari libur. Banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan dengan bermain futsal. Selain tempat lapangan yang diperlukan tidak terlalu luas, permainannya pun bisa dilakukan kapan saja tanpa terganggu kondisi cuaca karena dilakukan di dalam ruangan.
2.       Kerangka Konseptual
 









3.       Hipotesis
          Hipotesis adalah kata majemuk, terdiri dari kata-kata hipo dan tesa. Hipo berasal dari kata junani hupo, yang berarti dibawah, kurang atau lemah. Tesa berasal dari kata junani thesis,yang berarti teori atau proposi yang disajikan sebagai bukti. Hipo akan kita artikan lemah, sedangkan tesa kita artikan teori, proposi, atau pernyataan. Hipotesis adalah pernyataan yang masih lemah kebenarannya dan masih perlu dibuktikan kenyataannya. Jika suatu hipotesis telah dibuktikan kebenarannya, namanya bukan lagi hipotesis melainkan suatu tesa.
          Suatu hipotesis akan diterima kalau bahan-bahan penyelidikan membenarkan pernyataan itu. Dan akan ditolak bilamana kenyataan menyangkalnya. Pada gilirannya suatu tesa dapat dipandang sebagai hipotesis kalau oleh suatu alasan penyelidikan masih menginginkan mengujinya kembali ( Sutrisno hadi 1977:210 )
          Berdasarkan kajian teoritis, maka dapatlah dirumuskan jawaban sementara (hipotesis) penelitian ini sebagai berikut :
Ada minat mahasiswa PKO dalam mengikuti UKM futsal di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
I.       Metode Penelitian
               Yang dimaksud dengan metode penelitian adalah suatu permasalahan yang dihadapi untuk memperoleh pengetahuan atau pemecahan masalah yang pada dasarnya merupakan metode ilmiah. Menurut Sutrisno Hadi (1986:4) bahwa metode penelitian sebagaimana yang dikenal sekarang, memberikan garis yang cermat dan mengajukan syarat yang benar, maksudnya adalah untuk  menjaga agar pengetahuan yang dicapai dari suatu penelitian dapat mempunyai harga ilmiah yang tinggi. Penggunaan metode penelitian harus dapat mengarah pada tujuan penelitian, tidak berbelit dan mudah untuk dipahami agar hasil penelitian yang diperoleh sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Penggunaan metode penelitian juga harus dipertanggung jawabkan sesuai dengan aturan yang berlaku. Untuk metode mana yang digunakan dalam penelitian lebih dahulu perlu dijelaskan langkah atau prosedur yang akan ditempuh. Dalam kaitannya dengan metode penelitian ini perlu dipertimbangkan suatu kesanggupan akan tenaga, fasilitas, keuangan dari seorang mahasiswa. Untuk mencapai rancangan yang diinginkan terutama dalam penelitian, maka akan secara khusus berurutan dibahas hal – hal sebagai berikut :
1.       Rancangan Penelitian
          Untuk mencari kebenaran secara sistematis dengan menggunakan metode ilmiah. Guna mencari tujuan tersebut maka yang perlu adalah desain atau rancangan penelitian. Rancangan penelitian merupakan tahapan yang diperlukan dalam merencanakan dan melaksanakan suatu penelitian. Dengan judul penelitian “Minat Mahasiswa PKO Putri dalam Mengikuti UKM Futsal di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya”.
          Maka yang digunakan dalam penelitian adalah “Studi Korelasional”, studi korelasi dimaksudkan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh antara dua variabel atau lebih, untuk lebih jelasnya lihat skema dibawah ini :


 


         
          Keterangan :
          X            = Variabel Independen
          Y            = Variabel Dependen
          2.       Populasi dan Sampel
a.       Populasi
Pada setiap pelaksanaan penelitian akan selalu dihadapkan pada masalah populasi, sedangkan populasi itu adalah seluruh individu, gejala atau masalah dalam suatu daerah atau lingkungan tertentu yang akan diteliti. Menurut Sutrisno Hadi (2000 : 220) bahwa “ Populasi adalah seluruh penduduk yang dimaksud untuk diselidiki, dibatasi jumlah penduduk individu yang paling mempunyai sifat sama”.
Jadi menurut pengertian ini bahwa populasi dapat diartikan sebagai individu yang menjadi sasaran atau subjek penelitian. maka populasi dalam penelitian ini diambil dari UKM futsal.
b.      Sampel
Menurut Sutrisno Hadi (2000 : 221) sampel adalah “ Sejumlah anggota yang jumlahnya kurang dari populasi”.
Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto, dalam bukunya Prosedur Penelitian (1997 : 117) bahwa ”Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti”. Berdasarkan pendapat tersebut yang dimaksud sampel adalah sebagian dari populasi yang dianggap mewakili seluruh populasi dengan menggunakan teknik tertentu. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan random sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak sederhana.Adapun sampel yang diambil dari semua mahasiswa putri PKO.
          3.       Teknik Pengumpulan Data
          Pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian ini dengan menggunakan alat ukur, yaitu sebagai berikut : Minat mahasiswa putri PKO dalam mengikuti UKM futsal di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya peneliti menggunakan skala penelitian berupa angket.
          Untuk meneliti besar kecilnya minat terhadap UKM futsal yang dimiliki oleh seorang mahasiswa dengan melibatkan seluruh mahasiswa yang mengikuti UKM di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
          Menurut Arifin (2009), menyatakan dalam upaya memperoleh data dengan instrumen angket, peneliti dapat meminta responden untuk mengisi angket untuk selanjutnya dikembalikan kepada peneliti. Ada dua keadaan yang mungkin terkait dengan penyebaran angket. Pertama, mengisi angket di dalam ruangan, kedua mengisi angket berada di luar ruangan dan posisinya tidak tentu. Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam mengambil data melalui angket :
a.       Dalam pengambilan data melalui angket peneliti harus memperhatikan hak – hak responden. Jika ternyata orang yang diminta mengisi angket tidak bersedia, peneliti tidak dapat memaksanya untuk mengisi angket.
b.       Peneliti harus tetap menjaga sikap ramah dan sopan ketika menemui responden untuk memberikan angket dan meminta kembali.
c.       Peneliti harus mengacu kepada rencana yang telah dibuat terkait dengan jumlah responden yang ingin diminta untuk mengisi angket.
d.      Peneliti harus berusaha agar angket yang telah disebarkan dapat kembali ke peneliti dengan kondisi sudah terisi.
e.       Apabila ketika mengisi angket peneliti berada disekitar responden, peneliti harus siap – siap menjawab pertanyaan yang mungkin diajukan oleh responden.
          4.       Instrumen Penelitian
          Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis sehingga lebih mudah diolah (Suharsimi arikunto, 2002:128). Pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa instrumen adalah alat yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan permasalahan peneliti.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Langkah – langkah yang ditempuh dalam pembuatan instrumen menurut (Sutrisno Hadi, 1991:7) adalah sebagai berikut : mendefinisikan konstrak, menyidik faktor, dan menyusun butir pertanyaan, dan ketiga langkah tersebut di atas dapat diuraikan sebagai berikut :
a.       Mendefinisikan Konstrak
          Minat dalam penelitian ini didefinisikan sebagai kecenderungan yang menetap dalam diri subyek untuk merasa tertarik pada bidang atau hal tertentu dan merasa senang berkecimpung di dalam bidang itu.
b.       Menyidik Faktor
          Pendapat para ahli dapat diambil suatu kesamaan pengertian bahwa ada beberapa faktor yang mengkonstrak minat. Faktor tersebut antara lain : rasa tertarik, perhatian, dan kebutuhan.
c.       Menyusun Butir Pertanyaan
          Langkah terakhir adalah menyusun butir pertanyaan berdasarkan faktor yang menyusun konstrak, selanjutnya maka faktor diatas dijabarkan menjadi butir pertanyaan yang membentuk instrumen pertanyaan. Memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai angket yang digunakan dalam penelitian ini. Angket penelitian ini ada dua jenis pertanyaan yaitu pertanyaan positif dan negatif, pertanyaan positif adalah pertanyaan yang mendukung gagasan atau ide sedangkan pertanyaan negatif adalah pertanyaan yang tidak mendukung gagasan atau ide. Setiap butir pertanyaan disediakan tiga alternatif jawaban: Ya, Kadang – Kadang, atau Tidak. Penyusunan angket, mengacu pendapat (Sutrisno Hadi 2000:165), harus memperhatikan hal sebagai berikut :
1).     Bahasa singkat, jelas dan sederhana.
2).     Hindari pemasukan kata yang tidak ada gunanya.
3).     Menghindari pertanyaan yang relatif panjang sehingga sulit di ingat responden.
4).     Hindari pemasukan pertanyaan yang tidak ada gunanya.
5).     Menghindari kata seperti semua, seluruh, tak satupun, tidak pernah karena bersifat menggiring responden.
          5.       Prosedur Pengumpulan Data
          Data adalah segala informasi mengenai variabel yang diteliti. Data adalah fakta tentang situasi. Fakta adalah sesuatu yang dibuat atau yang dihasilkan oleh situasi pengukuran (Eri Pratiknyo dan Erni S, 2001:26).
          Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik angket atau kuisioner. Metode angket atau kuisioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal yang diketahui (Suharsimi Arikunto, 1998:128) sedangkan menurut (Sanafiah Faisal, 1981:2) metode angket adalah suatu teknik pengumpulan data dengan melalui daftar pertanyaan yang tertulis.
          6.       Teknik Analisa Data
          Untuk menganalisis data – data yang telah dikumpulkan guna memperoleh kesimpulan dari hasil penelitian berupa penerimaan atau penolakan hipotesis yang telah penulis ajukan.
          Menurut Sangaribun dan Effendi (1989) yang dimaksud dengan analisis data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterprestasikan. Dalam proses ini sering kali digunakan statistik. Salah satu fungsi pokok statistik adalah menyederhanakan data atau penelitian yang amat besar jumlahnya menjadi informasi yang lebih sederhana dan lebih mudah untuk dipahami. Disamping itu, statistik membandingkan hasil yang diperoleh dengan hasil yang terjadi secara kebutuhan, sehingga memungkinkan peneliti untuk menguji apakah hubungan yang diamati memang betul terjadi karena adanya hubungan sistematis antara variabel – variabel yang diteliti, atau hanya terjadi kebetulan.
Adapun rumusan yang digunakan pada penelitian dengan menggunakan teknik rumus uji ”t” tes dari Suharsimi Arikunto (2006) sebagai berikut :
(Suharsimi Arikunto, 2006 : 311)
 Keterangan :
M = Nilai rata-rata hasil perkelompok
N = Banyaknya subjek
X = Deviasi setiap nilai X2 dan X1
Y = Deviasi setiap nilai X2 dan mean X1



J.       Jadwal Penelitian
Waktu penelitian dilaksanakan mulai tanggal 2 September sampai 2 November 2013.
No
Uraian
Waktu
Minggu
Minggu
Minggu
Minggu
I
II
III
IV
I
II
III
IV
I
II
III
IV
I
II
1.
Latar belakang














2.
Pengajuan judul














3.
Rumusan masalah














4.
Hipotesis














5.
Metide penelitian














6.
Analisis data














7.
Acc proposal














8
Ujian proposal
















K.     Daftar Pustaka
Arikunto Suharsimi, 2002, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, PT Bumi Aksara

Arikunto Suharsimi, 2006, Produser Penelitian suatu pendekatan praktik, Jakarta, PT Rineka Cipta




Sugiyono . 2001 . Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta

Sutrisno Hadi, 1987, Statistik Jilid II, Yogyakarta, Penerbit Fakultas Psikologi UGM

Tim Penyusun. 2013. Pedoman Penulisan Skripsi dan Artikel Ilmiah. Surabaya : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.

Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. 2003. Buku Pedoman Akademik

Zaenal Arifin Dr M.Pd, (2010),  Metodologi Penelitian Pendidikan


L.      Lampiran
          Matrik Penelitian

MATRIK PENELITIAN

JUDUL : MINAT MAHASISWA PUTRI PKO DALAM MENGIKUTI UKM FUTSAL DI UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA

No.
Masalah
Konsep
Variabel
Indikator Variabel
Hipotesis
Sumber
Data
Metode Penelitian
Daftar Pustaka
Populasi/ Sampel
Pengambilan Data Instrumen
Analisis Data
1
-    Adakah minat mahasiswa putri PKO dalam mengikuti UKM futsal
-    Minat adalah suatu rasa lebih suka danrasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh menurut Slameto ( 2002: 180)

-    UKM adalah wadah aktivitas kemahasiswaan untuk mengembangkan minat, bakat dan keahlian tertentu bagi para anggota-anggotanya.

-    Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim,yang masing - masing beranggotakan lima orang.
Variabel bebas:
Minat mahasiswa putri PKO (x)

Variabel terikat: Mengikuti UKM futsal (y)

-    Macam - macam minat

-    Unsur – unsur minat


-    Faktor – faktor minat


Ada minat mahasiswa putri PKO dalam mengikuti UKM futsal di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
UKM futsal Universitsas PGRI Adi buana  Surabaya
Populasi diambil dari UKM futsal


Sampel diambil dari semua mahasiswa putri
-    Angket
-    Wawancara
Dalam menganalisa data yang digunakan analisa statistik dengan menggunakan teknik rumus uji ”t” tes




(Suharsimi Arikunto, 2006 : 311)
-   M. Nasir, (1988), Metode Penelitian
-   Sugiyono Dr., Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D
-   Zaenal Arifin Dr M.Pd, (2010),  Metodologi Penelitian Pendidikan

                                                                                                                                                                                                               Surabaya, 19 Juli 2013
DosenPembimbing                                                                                                  Mahasiswa Penelitian

         
Drs.UjangRohmanM.Kes                                                                                                                               SitiMiftakhul Jannah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar