MINAT MAHASISWA PUTRI
PKO DALAM MENGIKUTI UKM FUTSAL DI UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA
PROPOSAL
Siti
Miftakhul Jannah
NIM
105900119
UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA
SURABAYA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEPELATIHAN
OLAHRAGA
2013
MINAT MAHASISWA PUTRI PKO DALAM
MENGIKUTI UKM FUTSAL DI UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA
PROPOSAL
Siti Miftakhul
Jannah
NIM 105900119
UNIVERSITAS PGRI ADI
BUANA SURABAYA
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA
2013
HALAMAN PERSETUJUAN
Proposal oleh :
Siti Miftakhul Jannah
NIM 105900119
Judul Proposal :
Minat Mahasiswa Putri PKO Dalam Mengikuti UKM Futsal Di Universitas
PGRI Adi Buana Surabaya telah diperiksa dan disetujui untuk diuji.
Mengetahui : Surabaya,
26 Juli 2013
Kaprodi PKO Pembimbing
,
Drs. Ujang Rohman M.Kes Drs.
Ujang Rohman M.Kes
KATA
PENGANTAR
Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, yang
telah memberi rahmat serta hidayah kepada penulis, sehinggadapat menyelesaikan penyusunan
proposal dengan judul “Minat Mahasiswa Putri PKO dalam
Mengikuti UKM Futsal di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya”
Penulis menyadari bahwa keberhasilan dalam menyusun proposal
ini tidak terlepas dari bantuan dan
bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis
ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat:
1.
Drs. H. Sutijono MM
selaku Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
2.
Dra. Hj. Dwi
Retnani S. M.Si selaku Dekan FKIP Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
3.
BapakDrs. Ujang Rohman M.Kes selaku Ketua Prodi PKO Universitas
PGRI Adi Buana Surabaya sekaligus sebagai dosen pembimbing yang telah berusaha mengajari saya untuk
menulis proposal
ini dengan baik.
4.
Bapak/Ibu Dosen
Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga di Universitas PGRI Adi Buana
Surabaya.
5.
Kedua
orangtua, saudara saya yang senantiasa memberikan kasih sayangnya, motivasi,
semangat yang tiada henti-hentinya kepada peneliti, serta
do’a yang selalu menyertai peneliti sampai penelitian ini selesai
6.
Rekan Mahasiswa
Putri Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
Dalam penyusunan proposal ini penulis
menyadari bahwa dalam penulisan ini tidak terlepas dari kekurangan, hal itu di
karenakan kemampuan, dan waktu yang tersedia yang di miliki oleh penulis. Oleh karena itu penulis mengharapkan segala kritik dan saran agar tugas akhir
ini lebik baik dan sempurna, dan dapat menjadi referensi serta pertimbangan bagi
peneliti yang akan datang.
Surabaya, 2 Agustus 2013
Peneliti
DAFTAR ISI
Halaman Judul ...................................................................................................... i
Halaman Persetujuan.
........................................................................................... ii
Kata
Pengantar ..................................................................................................... iii
Daftar
Isi
............................................................................................................. . v
A.
Judul ........................................................................................................... 1
B. Latar Belakang Masalah
.............................................................................. 1
C.
Ruang Lingkup dan
Pembatasan Masalah ................................................... 4
D.
Rumusan Masalah
........................................................................................ 5
E.
Variabel daan Definisi Variabel ................................................................... 5
F. Tujuan Penelitian
......................................................................................... 7
G. Manfaat Penelitian
....................................................................................... 8
H. Landasan
Teori
............................................................................................ 8
1. Kajian
Pustaka
...................................................................................... 8
2. Kerangka
Konseptual
........................................................................... 24
3. Hipotesis
............................................................................................... 24
I. Metode Penelitian ........................................................................................ 25
1. Rancangan Penelitian
........................................................................... 26
2. Populasi dan Sampel
............................................................................ 27
3. Teknik Pengumpulan Data
................................................................... 28
4. Instrumen Pengumpulan Data
.............................................................. 29
5. Prosedur Pengumpulan Data
................................................................ 31
6. Teknik Analisis Data
............................................................................ 31
J. Jadwal Penelitian
......................................................................................... 33
K. Daftar Pustaka
............................................................................................. 34
L.
Lampiran
........................................................................................................ 35
A. Judul
Minat mahasiswa
putri PKO dalam mengikuti UKM futsal di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
B. Latar Belakang
Masalah
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya merupakan
universitas yang melaksanakan kebijakan kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
olahraga dan ditanggapi positif oleh mahasiswa terbukti dengan banyaknya mahasiswa
yang berminat mengikuti kegiatan UKM tersebut dari semua mahasiswa program
studi (prodi) terutama pada prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) yang
paling banyak mengikuti UKM olahraga. Dan salah satunya adalah olahraga futsal,
tidak hanya untuk mahasiswa putra, untuk mahasiswa putri pun bisa ditampung
bakatnya di UKM futsal ini.
Futsal adalah
permainan bola yang dimainkan oleh dua tim,yang masing - masing beranggotakan lima
orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi
bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain
cadangan. Menurut Federation International de Football Association(FIFA), asal
mula futsal
mulai pada tahun 1930 di Montevideo, Uruguay. Pertama futsal diperkenalkan oleh Juan Carlos Ceriani, seorang
pelatih sepakbola asal Argentina. Hujan yang sering mengguyur Montevideo
membuatnya kesal, karena rencana yang disusun jadi berantakan karena lapangan
yang tergenang air. Ceriani memindahkan latihan ke dalam ruangan. Pertama
tetap menggunakan jumlah pemain 11 orang, namun karena lapangan yang
sempit. Akhirnya Ceriani memutuskan untuk mengurangi jumlah pemain menjadi 5 orang
tiaptim, termasuk penjaga gawang. Ternyata latihan didalam ruangan itu sangatlah efektif dan
atraktif. Sehingga mampu menarik minat banyak masyarakat Montevideo. Lalu
banyak penggemar bola di kota itu yang mencoba permainan baru ini, dan jadilah futsal olahraga yang digandrungi
masyarakat luas. Futsal kini menjadi olahraga yang banyak digemari berbagai kalangan,
dari anak kecil, remaja, maupun orang dewasa. Meskipun tergolong baru,
perkembangan olahraga ini cukup pesat. Futsal dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu
luang, terlebih lagi pada hari libur.
Menurut Hurlock
(1990:118-119) bahwa minat tumbuh dari tiga jenis pengalaman belajar, yaitu :
Pertama, belajar bermain coba-ralat. Apabila hal ini diterapkan dalam kegiatan
olahraga, seperti futsal , maka bimbingan dan arahan dapat mengembangkan minat
terhadap UKM futsal tersebut ; Kedua, belajar melalui identifikasi dengan orang
yang dicintai dan dikagumi; dan ketiga, minat mungkin berkembang melalui
bimbingan dan pengarahan seseorang yang mahir menilai kemampuan seseorang.
Metode belajar seperti ini dimungkinkan akan lebih menumbuhkan minat pada anak
tersebut dari pada cara belajar coba-ralat dan identifikasi. Namun demikian
model untuk menumbuhkan minat pada anak dapat dilakukan dengan berbagai macam cara
dengan selalu melihat perspektif kemampuan talentanya.
Pendidikan dan pengembangan olahraga
merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas manusia yang ditujukan pada
peningkatan jasmani dan rohani seluruh masyarakat, pemupukan watak, disiplin
dan sportivitas serta pengembangan dari prestasi olahraga yang dapat
membangkitkan rasa kebanggaan nasional. Dari berbagai usaha pemerintah untuk mengadakan kegiatan olahraga pada
masyarakat sudah dapat dilihat dari berbagai hasil. Sehubungan
dengan itu upaya untuk mengolahragakan masyarakat serta menciptakan iklim yang
lebih mendorong pada masyarakat untuk berpartisipasi serta tanggung jawab dalam
membina dan mengembangkan olahraga diharapkan mampu berprestasi secara aktif.
Pada masa pembangunan sekarang ini di
Negara kita olahraga merupakan bagian dari usaha pembangunan kita yaitu untuk
membangun manusia Indonesia seutuhnya, karena itu pembinaan olahraga di
Indonesia harus mampu memberikan sumbangan yang efektif bagi pertumbuhan
nilai-nilai pokok manusia, karena olahraga tidak terbatas hanya pada
pertumbuhan manusia seutuhnya.
Dalam kegiatan olahraga prestasi
adalah merupakan salah satu faktor utama yang memegang peranan penting yang
tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia sehari-hari.Olahraga prestasi merupakan
faktor yang memegang peranan penting. Setiap prestasi yang menonjol dan
berhasil akan membawa keharuman pribadi dan derajat bangsa Indonesia di dunia
keolahragaan, sebab atlit yang baik berarti menunjukan kepribadian yang baik
pula. Keberhasilan
seorang olahragawan yang berprestasi tinggi akan menimbulkan rasa bangga tersendiri dan semangat kebangsaan serta jiwa persatuan dan
kesatuan yang kokoh sehingga bangkitlah kekuatan-kekuatan pada dirinya untuk
ikut serta mengembangkan kegiatan olahraga futsal di tanah air yang tercinta ini.
C. Ruang Lingkup dan Pembatasan
Masalah Penelitian
Dalam
penelitian ini akan di jelaskan arah penelitian, sehingga tidak terjadi salah
penafsiran. Untuk memperjelas arah penelitian, maka ruang lingkup dan pembatasan masalah yaitu :
Pada
penelitian ini peneliti hanya membahas tentang minat mahasiswa putri PKO dalam mengikuti UKM
futsal di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, yang masih terbilang olahraga baru di Indonesia tetapi sudah berkembang
secara pesat tetapi sebagian besar diminati oleh laki – laki, sehingga peneliti
ingin meneliti seberapa besar minat mahasiswa putri PKO dalam mengikuti UKM
futsal tersebut di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya sehingga pada akhirnya
diketahui akan diketahui seberapa minat mahasiswa putri PKO mengikuti UKM
futsal di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, jadi pada dasarnya hanya
membahas masalah minat mahasiswa putri PKO mengikuti UKM futsal tersebut dan
tidak membahas gerak dasar futsal tetapi menekankan pada seberapa jauh minat mahasiswa
putri PKO dalam mengikuti UKM futsal di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
tersebut.
D. Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang
masalah maka
yang dijadikan masalah penelitian ini dirumuskan :
Adakahminat mahasiswa putri PKO dalam mengikuti UKM futsal?
E. Variabel Dan Definisi Operasional Variabel
1. Variabel
Variabel adalah sesuatu yang akan
menjadi pengamatan penelitian. Menurut Sutrisno Hadi (1992:45) “variabel
sebagai gejala yang bervariasi. Gejala adalah obyek penelitian sehingga
variabel adalah obyek penelitian yang bervariasi”.
Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (1998:99)
“Variabel adalah obyek penelitian
atau apa yang menjadi titik
perhatian suatu penelitian”.
Sedangkan variabel yang ada pada
penelitian ini dibedakan menjadi dua yakni :
Variabel Independen : variable ini sering disebut sebagai variabel stimilus,
prediktor, antecedent. Dalam bahasa indonesia sering disebut sebagai variabel
bebas. Variabel bebasnya adalah minat mahasiswa putri PKO (X)
Variabel Dependen : sering disebut sebagai variabel output,
kriteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel
terikat. Variabel tak bebas (terikat) atau (dependent
variable) adalah mengikuti UKM futsal (Y).
2.Definisi Operasional
Variabel
Seorang peneliti perlu memberikan
batas-batas pengertian mendefinisikan tentang konsep penelitiannya secara
operasional. Hal ini karena hasil penelitiannya nanti akan digeneralisasikan
sampai dengan batas-batas tertentu. Untuk maksud regeneralisasi tersebut perlu dipertimbangkan
ciri-ciri yang terdapat di dalam kehidupan sosial (masyarakat) yang membatasi.
Adapun definisi operasional variabel dalam penelitian
ini adalah sebagai berikut :
2.1.
Minat
Menurut Slameto ( 2002: 180), minat adalah suatu rasa lebih suka
danrasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang
menyuruh.Menurut Singgih D. Gunarsa (2004 : 131), mengatakan
bahwamunculnyaminat yaitu dalam bentuk perhatian dan keinginan.
2.2.
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)
UKM adalah wadah aktivitas kemahasiswaan untuk mengembangkan minat, bakat dan keahlian
tertentu bagi para anggota-anggotanya. Lembaga ini merupakan partner organisasi
kemahasiswaan intra kampus lainnya seperti senat mahasiswa dan badan eksekutif mahasiswa, baik yang berada di tingkat
program studi, jurusan, maupun universitas. Lembaga ini bersifat otonom, dan
bukan merupakan sob-ordinat dari badan eksekutif maupun senat mahasiswa.
2.3. Futsal
Futsal adalah
permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing - masing beranggotakan
lima orang pemain utama dan maksimal
7 orang pemain cadangan. Tujuannya adalah memasukkan
bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengankaki. Futsal sendiri telah diciptakan sejak tahun 1930
oleh Juan Carlos Ceriani di Uruguay. Hingga saat ini olahraga futsal berkembang
sangat pesat bahkan telah menjadi bagian dari FIFA (Federation International de
Football Association) sejak tahun 1989.
F. Tujuan
Penelitian
Untuk mengetahui
seberapa minat mahasiswa putri PKO dalam mengikuti UKM futsal di Universitas
PGRI Adi Buana Surabaya. Sehingga dalam akhir penelitian dapat menyimpulkan
bahwa UKM futsal di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya mendapat hasil berupa
data yang menunjukkan seberapa minat mahasiswa putri PKO dalam mengikuti UKM
futsal tersebut.
G. Manfaat
Penelitian
1.
Bagi penulis
penelitian ini akan dapat membantu untuk mengetahui minat mahasiswa putri PKO dalam
mengikuti UKM futsal di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
2.
Sebagai masukan
pengembangan ilmu keolahragaan sesuai dengan hasil penelitian.
3.
Bagi pelatih futsal
akan dapat merubah dan memperbaiki kinerja dalam UKM futsal khususnya di
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
H. Landasan Teori
1. Kajian
Pustaka
a. Pengertian Minat
Minat adalah kecenderungan dalam diri individu
untuk tertatik pada sesuatu objek atau menyenangi sesuatu objek ( Sumadi
Suryabrata, 1988 : 109 ). Menurut Crow and Crow minat adalahpendorong yang menyebabkan seseorang memberi perhatian terhadap orang,
sesuatu, dan aktivitas - aktivitas tertentu.
Menurut
Slameto ( 2002: 180), minat adalah suatu rasa lebih suka danrasa ketertarikan
pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Menurut Singgih D.
Gunarsa (2004 : 131), mengatakan bahwa munculnya minat yaitu dalam bentuk
perhatian dan keinginan. Sedangkan menurut Bimo Walgito(1982: 38), minat
diartikan sebagai perhatian, keinginan, rasa suka dan rasa tertarik pada suatu
objek walaupun tidak ada yang menyuruh. Berdasarkan pendapat diatas dapat
disimpulkan bahwa minat adalah perasaan seseorang yang dapat mendorongnya untuk
melakukan sesuatuyang diawali dengan memperhatikan suatau obyek, kemudian
mempunyai rasa
tertarik kepada obyek dan keinginan untuk terlibat langsung dalam aktifitas
tersebut.
Minat yang ada
dalam diri seseorang merupakan salah satu factor untuk memecahkan suatu
masalah, yaitu sikap yang membuat orang menjadi senang akan suatu obyek,
sedangkan factor - faktor yang penting yang dapat menyebabkan timbulnya minat
tersebut adalah perhatian, rasa tertarik, rasa senang, keinginan untuk terlibat
langsung dalam aktivitas dan faktor lain yang mempengaruhi timbulnya minat.
Karateristik
minat menurut Bimo Walgito :
1.
Menimbulkan sikap positif terhadap sesuatu objek.
2.
Adanya sesuatu yang menyenangkan yang timbul dari sesuatu objek itu.
3.
Mengandung suatu pengharapan yang menimbulkan keinginan atau gairah untuk
mendapatkan sesuatu yang menjadi minatnya (1977;4)
Menurut pendapat diatas yang perlu diperhatikan
adalah aspek terakhir yaitu unsur pengharapan menimbulkan keinginan untuk
mendapatkan sesuatu yang menjadi minatnya. Ahli lain mengatakan bahwa minat
sebagai sesuatu hasil pengalaman yang tumbuh pada dan dianggap bernilai oleh
individu adalah kekuatan yang mendorong seseorang itu untuk berbuat sesuatu (
Winarno Surachmad, 1980 : 90 ). Jadi pengalaman yang dianggap bernilai merupakan faktor yang turut membuat
minat pada diri individu. Pengalaman memberikan motivasi serta kekuatan pada
diri individu untuk melakukan sesuatu. Menurut H.C. Witherington yang dikutip
Suharsini Arikunto, minat adalah kesadaran
seseorang terhadap suatu objek, suatu masalah atau situasi yang mengandung
kaitan dengan dirinya.” (1983 : 100 ). Batasan ini lebih memperjelas pengertian
minat tersebut dalam kaitannya dengan perhatian seseorang.Perhatian adalah
pemilihan suatu perangsang dari sekian banyak perangsang yang dapat menimpa
mekanisme penerimaan seseorang. Orang, masalah atau situasi tertentu adalah
perangsang yang datang pada mekanisme penerima seseorang , karena pada suatu
waktu tertentu hanya satu perangsang yang dapat disadari. Maka dari sekian
banyak perangsang tersebut harus dipilih salah satu. Perangsang ini dipilih
karena disadari bahwa ia mempunyai sangkut paut dengan seseorang itu. Kesadaran
yang menyebabkan timbulnya perhatian itulah yang disebut minat. Berdasarkan
pengertian dimuka maka unsur minat adalah perhatian, rasa senang, harapan dan
pengalaman.
b. Pentingnya
Minat
Menurut
Slameto (2010: 57), minat sangat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena
bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa maka siswa
tidak akan belajar dengan sebaik - baiknya, karena tidak ada daya tarik tersendiri baginya.
Sehingga siswa enggan untuk belajar, salah satunya dikarenakan siswa tidak
memperoleh kepuasan dari pelajaran itu kemudian menjadi bosan terhadap
pelajaran tersebut. Bahan pelajaran yang menarik minat siswa, lebih mudah
dipelajari dan disimpan karena minat mampu menambah kegiatan belajar yang
aktif. Anak yang berminat terhadap sebuah kegiatan, baik permainan maupun
pekerjaan, akan berusaha lebih keras untuk belajar dibandingkan dengan anak
yang kurang berminat.
Disamping
itu, minat juga dapat mempengaruhi intensitas dan bentuk inspirasi anak. Ketika
anak mulai berfikir mengenai pekerjaan mereka dimasa yang akan datang misalnya,
mereka akan menentukan apa yang ingin mereka saat dewasa nanti. Semakin yakin
mereka mengenai pekerjaan yang diidamkan maka semakin besar minat mereka
terhadap kegiatan tersebut.
Selain itu
minat juga bisa menambah kegembiraan yang ditekuni setiap orang. Bila anak–anak
berminat pada suatu kegiatan, pengalaman mereka akan sangat jauh menyenangkan,
namun jika anak tidak memperoleh kesenangan maka mereka hanya akan berusaha
semampunya saja. Minat merupakan masalah yang penting dalam pendidikan, apa
lagi dikaitkan dengan aktivitas seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Minat
yang ada pada diri seseorang akan memberikan gambaran dalam aktivitas untuk
mencapai tujuan. Di dalam belajar banyak siswa yang kurang berminat dan yang
berminat terhadap pelajaran termasuk didalamnya adalah aktivitas praktek maupun
teori untuk mencapai suatu tujuannya.
Dengan
diketahuinya minat seseorang akan dapat menentukan aktivitas apa saja yang
dipilihnya dan akan melakukannya dengan senang hati. Dengan demikian minat
menjadi pangkal permulaan dalam setiap aktivitas dan semua kegiatan.
c. Macam-Macam
Minat
Minat
menurut Safran dalam Dewa Ketut Sunardi (1993:117),
mengatakan bahwa minat dibedakan menjadi:
a. Minat yang diekspresikan
Seseorang
dapat menentukan minat atau pilihanya dengan kata-kata tertentu, misalnya :
seseorangan mengatakan bahwa dirinya tertarik untuk mengumpulkan uang logam,
perangko dll.
b.
Minat yang diwujudkan.
Seseorang
dapat mengungkapkan minat bukan hanya melalui katakata, melainkan dengan
perbuatan dan tindakan. Misal: kegiatan olahraga, pramuka dan sebagainya yang
mampu menarik perhatian.
c.
Minat yang dapat diinventarisasikan.
Seseorang
menilai minatnya agar dapat mengukur dan menjawab terhadap pertanyaan tertentu
atau urutan pilihanya terhadap aktivitas tertentu.
Menurut M.
Buchori (1991 : 136) minat dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
a. Minat Primitif
Minat
primitif disebut minat yang bersifat biologis, seperti kebutuhan makan, minum,
bebas bergaul dan sebagainya. Jadi pada jenis minat ini meliputi kesadaran
tentang kebutuhan yang langsung dapat memuaskan dorongan untuk mempertahankan
organisme.
b. Minat Kultural
Minat
kultural dapat disebut juga minat sosial yang berasal atau diperoleh dari
proses belajar. Jadi minat kultural disini lebih tinggi nilainya dari pada
minat primitif.
Sedangakan
menurut Pasaribu dan Simanjutak (1979:26) mengatakan bahwa minat dapat
dibedakan menjadi 2 yaitu:
a.
Minat aktual.
Adalah
minat yang berlaku pada obyek yang ada pada suatu saat dan ruangan yang
kongkrit. Minat aktual ini disebut perhatian yang merupakan dasar dari proses
belajar.
b.
Minat disposisional.
Yaitu
minat yang mengarah pada pembawaan (disposisi) dan menjadi ciri hidup
seseorang. Minat bukanlah sesuatu yang tumbuh sejak lahir telah tertutup dan
bukanlah merupakan keseluruhan yang tidak dapat berubah.
d. Cara Menentukan Minat Seseorang, Yaitu
Minat
yang diekspresikan (Expresed interest)
adalah seseorang dapat mengungkapkan minat atau pilihannya dengan kata
tertentu. Misalnya : seseorang mengatakan bahwa dia tertarik pada olahraga
sepakbola.
Minat
yang diwujudkan (Manifest interest)
adalah seseorang dapat mengekspresikan minat bukan melalui kata – kata tetapi
melalui tindakan atau perbuatan, ikut serta berperan aktif dalam suatu
aktivitas tertentu. Misalnya : seseorang dapat ikut serta dalam suatu
organisasi klub futsal atau ikut klub futsal.
Minat
yang diinventarisasikan (Inventoried
interest) adalah seseorang menilai minatnya dapat diukur dengan menjawab
terhadap sejumlah pertanyaan tertentu atau urutan pilihannya untuk kelompok
aktivitas tertentu (Dewa Ketut Sukardi, 1994 : 64). Jika seseorang menaruh
minat terhadap sesuatu, minatnya tersebut menjadi motif yang kuat baginya untuk
berhubungan secara lebih aktif dengan sesuatu yang diminatinya. Dalam hal ini
jika seseorang berminat untuk menekuni bidang olahraga, dia akan selalu
mempelajari dan berlatih pada bidang olahraga tersebut. Salah satu untuk
memperkuat minatnya adalah jika olahraga tersebut menjadi alat baginya untuk
mencapai tujuan.moleh karena itu masalah tujuan sangat penting dalam memahami
tingkah laku seseorang dalam minat terhadap suatu olahraga. Dengan mengetahui
tujuan, seseorang akan dapat mengarahkan minatnya dengan sebaik – baiknya,
selain karena tujuan tertentu.
Minat
berolahraga dapat muncul karena bertambah luasnya linngkungan seseorang dan
semakin banyaknya dia berhubungan dengan orang – orang di luar di luar
lingkungannya untuk menambah wawasan dari minat tersebut. Dalam pengembangan
minat, hubungan antara pribadi jauh lebih penting dari pada proses latihan yang
khusus. Misalnya seseorang tidak menyukai pelatihnya cenderung ia tidak
semaksimal mungkin terhadap olahraga bahkan tidak suka terhadap orang tersebut.
Dengan demikian terlihat bahwa “suka” atau “tidak suka” memainkan peranan
penting dalam perkembangan minat. Walaupun setiap orang mengembangkan minat olahraga
tertentu yang sifatnya individual, namun setiap orang dalam suatu lingkungan
tertentu akan mengembangkan minat – minat yang hampir umum dijumpai orang –
orang dari lingkingan tersebut.
e. Unsur-Unsur Minat
Menurut
Husni Thamrin dan Sri Mawarti(1997: 5) unsur-unsur yang terdapat dalam minat
adalah perhatian, ketertariakan atau keinginan, kemauan dan perbuatan yang
didefinisaikan sebagai berikut:
a.
Perhatian
Perhatian
adalah peningkatan keaktifan peningkatan kesadaran seluruh fungsi jiwa yang
dikerahkan dalam pemusatanya kepada sesuatu baik yang ada di dalam maupun yang
diluar diri kita. Menurut Sugihartono dkk ( 2008 : 79 ) perhatian dapat muncul
karena didorong oleh rasa ingin tahu. Menurut Albert Bandura dalam Sugihartono
dkk (2008:101),perhatian mencakup peristiwa peniruan (adanya kejelasan, keterlibatan
perasaan, tingkat kerumitan, kelaziman, nilai fungsi) dan karakteristik
pengamat (kemampuan indera, persepsi, penguatan
sebelumnya).
Sedangkan menurut Slameto (2002 : 105 ) perhatian adalah kegiatan yang
dilakukan seseorang dalam hubunganya dengan pemilihan rangsangan yang datang
dari lingkunganya. Jadi dapat diketahui apabila semakin banyak kesadaran yang
terlibat dalam aktivitas makin tinggi pemusatan perhatianya dan mampu
mengontrol kestabilan emosionalnya sehingga akan lebih mudah dan tepat
dalammelakukan aktivitasnya.
b.
Tertarik
Tertarik
Mengandung pengertian merasa senang, terpikat, menaruh minat. Tertarik
merupakan awalan dari individu yang menaruh minat terhadap suatu obyek.
Perasaan senang terhadap sesuatu obyek baik orang atau benda akan menimbulkan
minat pada diri seseorang, orang merasa tertarik kemudian pada gilirannya
timbul keinginan yang dikehendaki agar obyek tersebut
menjadi
miliknya. Dengan demikian maka individu yang bersangkutan berusaha untuk
mempertahankan obyek tersebut.
c.
Kemauan
Sedangkan
menurut Ainy dalam http:/ Kompas.female.com(2012) kemauan adalah sebuah
kesungguhan hati untuk melakukan sesuatu melalui tindakan nyata dengan penuh
tanggung jawab dan konsisten. Kemauan yang dimaksud adalah
dorongan yang terarah pada tujuan yang
dikehendaki oleh akal pikiran. Dorongan ini akan melahirkan timbulnya suatu
perhatian terhadap suatu obyek. Sehingga dengan demikian akan memunculkan minat
individu yang bersangkutan.
d.
Perbuatan
Perbuatan
adalah sesuatu yang diperbuat atau dilakukan. Dimaksudkan setelah seseorang
tertarik kepada suatu obyek atau aktivitas akan mempunyai hasrat untuk
melakukanya secara langsung. Dapat
dijelaskan kembali mengenai perbuatan adalah suatu tanggapan atau reaksi
seseorang terhadap rangsangan atau lingkungan.
f. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Timbulnya Minat
Minat pada hakekatnya
merupakan sebab akibat dari pada pengalaman, minat berkembang sebagai hasil
dari pada sesuatu kegiatan dan akan menjadi sebab yang akan dipakai lagi dalam
kegiatan yang sama L D Crow and Alice Crow (dalam Tri Wahyudi, 2002 : 10-11).
Faktor – faktor tersebut adalah sebagai berikut :
The Factor Inner Urge : Rangsangan yang datang
dari lingkungan atau ruang lingkup yang sesuai dengan keinginan atau datang
dari lingkungan atau ruang lingkup yang sesuai dengan keinginan atau kebutuhan
seseorang akan mudah menimbulkan minat
misal, cenderung terhadap belajar, dalam hal ini seseorang mempunyai
hasrat ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan.
The Factor of Social
Motive :
Minat seseorang terhadap obyek atau sesuatu hal, disamping hal dipengaruhi oleh
faktor dari dalam diri manusia juga dipengaruhi oleh motif sosial, misal
seseorang berminat pada prestasi tinggi agar dapat status sosial yang tinggi
pula.
Emosional Factor : Faktor perasaan dan
emosi ini mempunyai pengaruh terhadap obyek misal perjalanan sukses yang
dipakai individu dalam suatu kegiatan tertentu dapat membangkitkan perasaan
senang dan dapat menambah semangat atau kuatnya minat dalam kegiatan tersebut.
Sebaliknya kegagalan yang dialami akan menyebabkan minat seseorang berkembang.
Jadi
berdasarkanpendapat diatas faktor yang menimbulkan minat ada tiga yaitu
dorongan dari diri individu, dorongan sosial dan motif dan dorongan emosional. Timbulnya minat pada diri individu berasal dari
individu, selanjutnya individu mengadakan interaksi dengan lingkungannya yang
menimbulkan dorongan sosial dan dorongan emosional.
Sedangkan
menurut Totok Santoso (dalam Tri Wahyudi, 2002 : 18) faktor yang mempengaruhi
tumbuh kembangnya minat adalah sebagai berikut :
1. Motivasi dan cita – cita
2. Sikap terhadap suatu objek
3. Keluarga
4. Fasilitas
5. Teman pergaulan
Berdasarkan uraian diatas
maka faktor yang mempengaruhi minat mahasiswa dalam mengikuti UKM adalah
sebagai berikut :
1. Faktor Intrinsik
Minat intrinsik adalah minat yang berasal dari dalam diri
seseorang. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi atau mendorong mahasiswa dalam
mengikuti UKM adalah sebagai berikut :
a. Minat untuk berprestasi
b. Minat untuk mengisi waktu luang
2. Faktor Ekstrinsik
Faktor ekstrinsik yaitu faktor pendorong yang muncul dari
luar individu. Faktor – faktor tersebut antara lain :
a. Pelaksanaan kegiatan
b. Media
c. Penghargaan
Minat juga dapat dikategorikan dengan beberapa macam
seperti yang dapat dikategorikan sebagai berikut :
a. Minat remaja
Dorongan – dorongan yang ada pada diri remaja,
menggambarkan perlunya perlakuan yang luas, sehingga ciri – ciri dan minat
remaja tergambar lebih terperinci dan faktual, sesuai dengan usia dan
kedewasaan mereka. Dengan demikian ciri – ciri dan minat remaja akan menjadi
pedoman penyelenggaraan program pendidikan jasmani dan yang arahnya dapat
dikategorikan kedalam domain hasil
belajar, yaitu psikomotor, afektif, kognitif dan domain yang
lain. Dengan digunakannya sebagai pedoman, maka pedoman dan pengembangan
program akan sesuai dengan ketepatan masa belajar, urutan, kecepatan dan ragam
kekuatan.
Kemudian muncul dalam pikiran kita, bahwa remaja pada
umumnya memiliki ragam yang luas tentang kedewasaan jasmani dan kecerdasan
rohani, yang perlu juga untuk diperhatikan.
Dalam hal ini dianjurkan untuk tidak menggunakan pendekatan
yang telah terbiasa, yaitu pilihan kegiatan berdasarkan anjuran dosen atau
pembina UKM. Pendekatan yang demikian akan berdampak keterbatasan pandangan
mahasiswa atau kegiatan yang sekedar memenuhi kegiatan kebutuhan dosen atau
pembina UKM, bukan kebutuhan mahasiswa. Dalam masa remaja minat senantiasa
berkembang, hal itu bersifat pemilihan dan mempunyai arah serta tujuan.
b. Minat pribadi dan sosial
Minat
pribadi dan sosial merupakan kelompok minat yang paling kuat dimiliki oleh
remaja awal. Minat pribadi timbul karena remaja menyadari bahwa penerimaan
sosial sangat dipengaruhi oleh keseluruhan yang ditampakkan oleh remaja itu
oleh sekitarnya. Penyebab lain karena adanya kesadaran remaja bahwa lingkungan
sosial menilai dirinya dengan melihat miliknya, sekolahnya, kenangannya, benda
– benda lain yang dimilikinya, teman – teman sepergaulannya. Apa – apa yang
dimilikinya itu dapat mengangkat dan merosotkan pandangan teman – teman sebaya
terhadap dirinya (Andi Mappiare, 1982:62).
Menurut
Elisabeth B Hurlock (2002 : 210-220), minat pribadi meliputi minat pada
penampilan, minat pada pakaian, minat pada prestasi, minat pada kemandirian,
dan minat pada orang.
c. Minat terhadap rekreasi
Minat terhadap rekreasi pada
umunya sangat kuat untuk remaja. Namun dari beberapa remaja disebabkan karena
keterbatasan waktu, tugas rumah, dan keterbatasan yang lainnya menjadikan
remaja itu lebih selektif dalam memilih apa yang disenangi dan merupakan hobi.
Banyaknya rekreasi yang dimiliki remaja juga sangat mempengaruhi oleh derajat
kepopulerannya (Elisabeth B Hurlock, 2002:218). Antara dua jenis kelamin
terdapat perbedaan yang mencolok dalam memilih kegiatan rekreasi, biasanya kegiatan
yang membutuhkan energi fisik seperti sepakbola, basket lebih disenangi oleh
remaja pria. Baik pria maupun wanita olahraga lebih merupakan kegiatan rekreasi
dibanding menganggapnya sebagai kegiatan olahraga. Apa – apa yang dilihat dan
didengar oleh remaja dalam cerita – cerita, selalu dihubungkan dengan dirinya.
d. Minat terhadap agama
Minat terhadap agama juga
dialami dengan memulainya memikirkan secara serius soal – soal agama. Mereka
membandingkan antara apa yang ideal dan yang tampak nyata, sehingga apa yang
dahulu dipercayainya sebagai hal yang benar, pada remaja awal mulai diragukan.
Para remaja awal sering lagi mempertanyakan tentang kebenaran, dosa dan neraka,
pahala dan surga, mereka meragukan doa (Andi Mappiere, 1982:64). Akibatnya
minat terhadap agama dapat melemah dan praktek keagamaannya sering
ditinggalkan.
g. UKM
UKM adalah wadah aktivitas kemahasiswaan untuk mengembangkan minat, bakat dan keahlian
tertentu bagi para anggota-anggotanya. Lembaga ini merupakan partner organisasi
kemahasiswaan intra kampus lainnya seperti senat mahasiswa dan badan eksekutif mahasiswa, baik yang berada di tingkat
program studi, jurusan, maupun universitas.
Unit kegiatan mahasiswa terdiri dari tiga
kelompok minat:
·
Unit kegiatan olahraga,
·
Unit kegiatan khusus (pramuka, resimen mahasiswa, pers mahasiswa, Koperasi Mahasiswa, unit kerohanian, dan sebagainya).
UKM futsal termasuk dalam unit kegiatan olahraga
dimana UKM futsal ini yang paling banyak diminati oleh seluruh mahasiswa
disemua jurusan terutama untuk mahasiswa putra di Universitas PGRI Adi Buana
Surabaya.
h. Futsal
Futsal adalah
permainan bola yang dimainkan oleh dua tim,yang masing - masing beranggotakan
lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan
memanipulasi bola dengan kaki.Selain lima pemain utama, setiap regu juga
diizinkan memiliki pemain cadangan. Menurut Federation International de
Football Association (FIFA), asal mula futsal mulai pada tahun 1930 diMontevideo,
Uruguay. Pertama futsal diperkenalkan oleh Juan Carlos Ceriani, seorang pelatih
sepakbola asal Argentina. Hujan yang sering mengguyur Montevideo membuatnya
kesal, karena rencana yang disusun jadi berantakan karena lapangan yang
tergenang air. Ceriani memindahkan latihan ke dalam ruangan. Pertama tetap menggunakan
jumlah pemain 11 orang, namun karena lapangan yang sempit.
Ceriani memutuskan untuk mengurangi
jumlah pemain menjadi 5 orang tiap tim, termasuk penjaga gawang. Ternyata
latihan didalam ruangan itu sangatlah efektif dan atraktif. Sehingga mampu
menarik minat banyak masyarakat Montevideo. Lalu banyak penggemar bola di kota
itu yang mencoba permainan baru ini, dan jadilah Futsal olahraga yang digandrungi
masyarakat luas.Futsal kini menjadi olahraga yang banyak digemari berbagai
kalangan, dari anak kecil, remaja, maupun orang dewasa. Meskipun tergolong
baru, perkembangan olahraga ini cukup pesat.Futsal dapat menjadi pilihan untuk mengisi
waktu luang, terlebih lagi pada hari libur. Banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan dengan bermain futsal. Selain
tempat lapangan yang diperlukan tidak terlalu luas, permainannya pun bisa
dilakukan kapan saja tanpa terganggu kondisi cuaca karena dilakukan di dalam
ruangan.
2. Kerangka Konseptual
3. Hipotesis
Hipotesis adalah kata majemuk, terdiri
dari kata-kata hipo dan tesa. Hipo berasal dari kata junani hupo, yang berarti
dibawah, kurang atau lemah. Tesa berasal dari kata junani thesis,yang berarti
teori atau proposi yang disajikan sebagai bukti. Hipo akan kita artikan lemah, sedangkan
tesa kita artikan teori, proposi, atau pernyataan. Hipotesis adalah pernyataan
yang masih lemah kebenarannya dan masih perlu dibuktikan kenyataannya. Jika
suatu hipotesis telah dibuktikan kebenarannya, namanya bukan lagi hipotesis
melainkan suatu tesa.
Suatu hipotesis akan diterima kalau
bahan-bahan penyelidikan membenarkan pernyataan itu. Dan akan ditolak bilamana
kenyataan menyangkalnya. Pada gilirannya suatu tesa dapat dipandang sebagai hipotesis kalau
oleh suatu alasan penyelidikan masih menginginkan mengujinya kembali ( Sutrisno hadi 1977:210 )
Berdasarkan kajian teoritis, maka
dapatlah dirumuskan jawaban sementara (hipotesis) penelitian ini sebagai
berikut :
I. Metode Penelitian
Yang
dimaksud dengan metode penelitian adalah suatu permasalahan yang dihadapi untuk
memperoleh pengetahuan atau pemecahan masalah yang pada dasarnya merupakan metode
ilmiah. Menurut Sutrisno Hadi (1986:4) bahwa metode penelitian sebagaimana yang
dikenal sekarang, memberikan garis yang cermat dan mengajukan syarat yang
benar, maksudnya adalah untuk menjaga
agar pengetahuan yang dicapai dari suatu penelitian dapat mempunyai harga
ilmiah yang tinggi. Penggunaan metode penelitian harus dapat mengarah pada
tujuan penelitian, tidak berbelit dan mudah untuk dipahami agar hasil
penelitian yang diperoleh sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Penggunaan
metode penelitian juga harus dipertanggung jawabkan sesuai dengan aturan yang
berlaku. Untuk metode mana yang digunakan dalam penelitian lebih dahulu perlu
dijelaskan langkah atau prosedur yang akan ditempuh. Dalam kaitannya dengan
metode penelitian ini perlu dipertimbangkan suatu kesanggupan akan tenaga,
fasilitas, keuangan dari seorang mahasiswa. Untuk mencapai rancangan yang
diinginkan terutama dalam penelitian, maka akan secara khusus berurutan dibahas
hal – hal sebagai berikut :
1. Rancangan Penelitian
Untuk
mencari kebenaran secara sistematis dengan menggunakan metode ilmiah. Guna
mencari tujuan tersebut maka yang perlu adalah desain atau rancangan
penelitian. Rancangan penelitian merupakan tahapan yang diperlukan dalam
merencanakan dan melaksanakan suatu penelitian. Dengan judul penelitian “Minat
Mahasiswa PKO Putri dalam Mengikuti UKM Futsal di Universitas PGRI Adi Buana
Surabaya”.
Maka
yang digunakan dalam penelitian adalah “Studi Korelasional”, studi korelasi
dimaksudkan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh antara dua variabel
atau lebih, untuk lebih jelasnya lihat skema dibawah ini :
Keterangan
:
X = Variabel Independen
Y = Variabel Dependen
2. Populasi
dan Sampel
a. Populasi
Pada setiap
pelaksanaan penelitian akan selalu dihadapkan pada masalah populasi, sedangkan
populasi itu adalah seluruh individu, gejala atau masalah dalam suatu daerah
atau lingkungan tertentu yang akan diteliti. Menurut Sutrisno Hadi (2000 : 220)
bahwa “ Populasi adalah seluruh penduduk yang dimaksud untuk diselidiki,
dibatasi jumlah penduduk individu yang paling mempunyai sifat sama”.
Jadi menurut
pengertian ini bahwa populasi dapat diartikan sebagai individu yang menjadi
sasaran atau subjek penelitian. maka populasi dalam penelitian ini diambil dari UKM futsal.
b. Sampel
Menurut
Sutrisno Hadi (2000 : 221) sampel adalah “ Sejumlah anggota yang jumlahnya
kurang dari populasi”.
Sedangkan
menurut Suharsimi Arikunto, dalam bukunya Prosedur Penelitian (1997 : 117)
bahwa ”Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti”. Berdasarkan
pendapat tersebut yang dimaksud sampel adalah sebagian dari populasi yang
dianggap mewakili seluruh populasi dengan menggunakan teknik tertentu. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan
random sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak sederhana.Adapun sampel
yang diambil dari semua mahasiswa
putri PKO.
3.
Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian
ini dengan menggunakan alat ukur, yaitu sebagai berikut : Minat mahasiswa putri
PKO dalam mengikuti UKM futsal di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya peneliti
menggunakan skala penelitian berupa angket.
Untuk meneliti besar kecilnya minat
terhadap UKM futsal yang dimiliki oleh seorang mahasiswa dengan melibatkan
seluruh mahasiswa yang mengikuti UKM di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
Menurut Arifin (2009), menyatakan
dalam upaya memperoleh data dengan instrumen angket, peneliti dapat meminta
responden untuk mengisi angket untuk selanjutnya dikembalikan kepada peneliti.
Ada dua keadaan yang mungkin terkait dengan penyebaran angket. Pertama, mengisi
angket di dalam ruangan, kedua mengisi angket berada di luar ruangan dan
posisinya tidak tentu. Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam mengambil data
melalui angket :
a. Dalam pengambilan data melalui angket
peneliti harus memperhatikan hak – hak responden. Jika ternyata orang yang
diminta mengisi angket tidak bersedia, peneliti tidak dapat memaksanya untuk
mengisi angket.
b. Peneliti harus tetap menjaga sikap ramah
dan sopan ketika menemui responden untuk memberikan angket dan meminta kembali.
c. Peneliti harus mengacu kepada rencana
yang telah dibuat terkait dengan jumlah responden yang ingin diminta untuk
mengisi angket.
d. Peneliti harus berusaha agar angket yang
telah disebarkan dapat kembali ke peneliti dengan kondisi sudah terisi.
e. Apabila ketika mengisi angket peneliti
berada disekitar responden, peneliti harus siap – siap menjawab pertanyaan yang
mungkin diajukan oleh responden.
4. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas
yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih
mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis
sehingga lebih mudah diolah (Suharsimi arikunto, 2002:128). Pengertian tersebut
dapat disimpulkan bahwa instrumen adalah alat yang digunakan oleh peneliti
untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan permasalahan peneliti.
Instrumen yang
digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Langkah – langkah yang ditempuh
dalam pembuatan instrumen menurut (Sutrisno Hadi, 1991:7) adalah sebagai
berikut : mendefinisikan konstrak, menyidik faktor, dan menyusun butir
pertanyaan, dan ketiga langkah tersebut di atas dapat diuraikan sebagai berikut
:
a. Mendefinisikan Konstrak
Minat dalam penelitian ini
didefinisikan sebagai kecenderungan yang menetap dalam diri subyek untuk merasa
tertarik pada bidang atau hal tertentu dan merasa senang berkecimpung di dalam
bidang itu.
b. Menyidik Faktor
Pendapat para ahli dapat diambil suatu
kesamaan pengertian bahwa ada beberapa faktor yang mengkonstrak minat. Faktor
tersebut antara lain : rasa tertarik, perhatian, dan kebutuhan.
c. Menyusun Butir Pertanyaan
Langkah terakhir adalah menyusun butir
pertanyaan berdasarkan faktor yang menyusun konstrak, selanjutnya maka faktor
diatas dijabarkan menjadi butir pertanyaan yang membentuk instrumen pertanyaan.
Memberikan gambaran secara menyeluruh mengenai angket yang digunakan dalam
penelitian ini. Angket penelitian ini ada dua jenis pertanyaan yaitu pertanyaan
positif dan negatif, pertanyaan positif adalah pertanyaan yang mendukung
gagasan atau ide sedangkan pertanyaan negatif adalah pertanyaan yang tidak
mendukung gagasan atau ide. Setiap butir pertanyaan disediakan tiga alternatif
jawaban: Ya, Kadang – Kadang, atau Tidak. Penyusunan angket, mengacu pendapat
(Sutrisno Hadi 2000:165), harus memperhatikan hal sebagai berikut :
1). Bahasa singkat, jelas dan sederhana.
2). Hindari pemasukan kata yang tidak ada
gunanya.
3). Menghindari pertanyaan yang
relatif panjang sehingga sulit di ingat responden.
4). Hindari pemasukan pertanyaan
yang tidak ada gunanya.
5). Menghindari kata seperti
semua, seluruh, tak satupun, tidak pernah karena bersifat menggiring responden.
5. Prosedur Pengumpulan Data
Data adalah segala informasi mengenai variabel
yang diteliti. Data adalah fakta tentang situasi. Fakta adalah sesuatu yang
dibuat atau yang dihasilkan oleh situasi pengukuran (Eri Pratiknyo dan Erni S,
2001:26).
Metode yang digunakan dalam penelitian
ini adalah metode survey dengan teknik angket atau kuisioner. Metode angket
atau kuisioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk
memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau
hal yang diketahui (Suharsimi Arikunto, 1998:128) sedangkan menurut (Sanafiah
Faisal, 1981:2) metode angket adalah suatu teknik pengumpulan data dengan
melalui daftar pertanyaan yang tertulis.
6. Teknik Analisa Data
Untuk menganalisis data – data yang telah dikumpulkan
guna memperoleh kesimpulan dari hasil penelitian berupa penerimaan atau
penolakan hipotesis yang telah penulis ajukan.
Menurut Sangaribun dan Effendi (1989)
yang dimaksud dengan analisis data adalah proses penyederhanaan data ke dalam
bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterprestasikan. Dalam proses ini sering
kali digunakan statistik. Salah satu fungsi pokok statistik adalah
menyederhanakan data atau penelitian yang amat besar jumlahnya menjadi
informasi yang lebih sederhana dan lebih mudah untuk dipahami. Disamping itu,
statistik membandingkan hasil yang diperoleh dengan hasil yang terjadi secara
kebutuhan, sehingga memungkinkan peneliti untuk menguji apakah hubungan yang
diamati memang betul terjadi karena adanya hubungan sistematis antara variabel
– variabel yang diteliti, atau hanya terjadi kebetulan.
Adapun
rumusan yang digunakan pada penelitian dengan menggunakan teknik rumus uji ”t” tes dari Suharsimi Arikunto (2006) sebagai berikut :

(Suharsimi Arikunto, 2006 : 311)
Keterangan :
M = Nilai rata-rata hasil perkelompok
N = Banyaknya subjek
X = Deviasi setiap nilai X2 dan X1
Y = Deviasi setiap nilai X2 dan mean X1
J. Jadwal
Penelitian
Waktu penelitian dilaksanakan mulai
tanggal 2 September sampai 2 November 2013.
No
|
Uraian
|
Waktu
|
|||||||||||||
Minggu
|
Minggu
|
Minggu
|
Minggu
|
||||||||||||
I
|
II
|
III
|
IV
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
I
|
II
|
III
|
IV
|
I
|
II
|
||
1.
|
Latar belakang
|
||||||||||||||
2.
|
Pengajuan judul
|
||||||||||||||
3.
|
Rumusan masalah
|
||||||||||||||
4.
|
Hipotesis
|
||||||||||||||
5.
|
Metide penelitian
|
||||||||||||||
6.
|
Analisis data
|
||||||||||||||
7.
|
Acc proposal
|
||||||||||||||
8
|
Ujian proposal
|
||||||||||||||
K. Daftar
Pustaka
Arikunto Suharsimi, 2002,
Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, PT Bumi Aksara
Arikunto Suharsimi, 2006, Produser
Penelitian suatu pendekatan praktik, Jakarta, PT Rineka Cipta
http://wayanweb.wordpress.com/ptk/kajian-pustaka/kajian-hasil-penelitian/. Diakses tanggal 14 Juli 2013
http://lib.uin-malang.ac.id/files/thesis/chapter_ii/06610018.pdf . Diakses tanggal 15 Juli 2013
http://www.google.com/urlkajianpenelitianterdahulu.htm . Diakses tanggal 15 Juli 2013
Sugiyono . 2001 . Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan
R&D. Bandung : Alfabeta
Sutrisno Hadi, 1987, Statistik Jilid
II, Yogyakarta, Penerbit Fakultas Psikologi UGM
Tim Penyusun. 2013. Pedoman Penulisan Skripsi dan Artikel
Ilmiah. Surabaya : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. 2003. Buku Pedoman Akademik
Zaenal Arifin Dr M.Pd, (2010), Metodologi Penelitian Pendidikan
L. Lampiran
Matrik
Penelitian
MATRIK PENELITIAN
JUDUL : MINAT MAHASISWA PUTRI PKO DALAM MENGIKUTI UKM FUTSAL DI UNIVERSITAS PGRI
ADI BUANA SURABAYA
No.
|
Masalah
|
Konsep
|
Variabel
|
Indikator Variabel
|
Hipotesis
|
Sumber
Data
|
Metode Penelitian
|
Daftar Pustaka
|
|||||
Populasi/ Sampel
|
Pengambilan Data Instrumen
|
Analisis Data
|
|||||||||||
1
|
- Adakah minat mahasiswa
putri PKO dalam mengikuti UKM futsal
|
- Minat adalah suatu rasa
lebih suka danrasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang
menyuruh menurut Slameto
( 2002: 180)
- UKM adalah wadah aktivitas kemahasiswaan untuk mengembangkan minat, bakat dan keahlian tertentu bagi para
anggota-anggotanya.
- Futsal
adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim,yang masing - masing beranggotakan
lima orang.
|
Variabel
bebas:
Minat mahasiswa putri PKO
(x)
Variabel
terikat: Mengikuti UKM futsal (y)
|
- Macam - macam minat
- Unsur – unsur minat
- Faktor – faktor minat
|
Ada minat mahasiswa putri
PKO dalam mengikuti UKM futsal di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
|
UKM futsal Universitsas PGRI Adi buana Surabaya
|
Populasi diambil dari UKM futsal
Sampel
diambil dari semua mahasiswa putri
|
- Angket
- Wawancara
|
Dalam menganalisa data yang
digunakan analisa statistik dengan menggunakan teknik
rumus uji ”t” tes
(Suharsimi Arikunto, 2006 : 311)
|
- M. Nasir, (1988), Metode Penelitian
- Sugiyono Dr., Metode
Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D
- Zaenal Arifin Dr M.Pd,
(2010), Metodologi Penelitian Pendidikan
|
|||
Surabaya, 19 Juli
2013
DosenPembimbing Mahasiswa Penelitian
Drs.UjangRohmanM.Kes
SitiMiftakhul Jannah


Tidak ada komentar:
Posting Komentar